Tips Membuat itinerary

Tips Membuat Itinerary Untuk Traveling

Seberapa penting sih sebuah itinerary atau rencana perjalanan  dalam traveling itu sendiri? Menurut saya pribadi, penting atau tidaknya bergantung pada tujuan awal traveling itu sendiri dan kembali lagi ke individunya (dalam konteks itinerary yang lengkap). Maksudnya? Buat saya traveling ada bermacam-macam, ada kalanya saya pergi ke suatu tempat tanpa perancanaan apapun alias random, bisa juga pergi ke tempat-temapt yang tidak jauh dari domisili kita atau boleh dibilang daerahnya sudah familiar. Nah..disaat-saat seperti itu sebuah itinerary tidak begitu diperlukan. Lebih ke saat itu juga googling, liat google map, atau pasang gps..brangkat deh tanpa ribet bikin jadwal. Berbeda lagi kalau kita bepergian ke tempat yang sekiranya jauh dan berencana untuk explore paling tidak lebih dari dua hari, disitu menurut saya itinerary sangat dibutuhkan. Yng pertama, biar ga nyasar. Kedua, dengan asumsi belum tentu bakal balik lagi ke tempat tersebut, masa sih ga mau memaksimalkan waktu yang ada? Tapi ya balik lagi ke individunya..karena memang ada juga traveler yang ibaratnya “go with the flow”, liat gimana entar aja deh.. 😆

 Kira-kira kamu termasuk yang mana nih, golongan random atau terencana?  😎 .  Untuk kamu yang mau bikin itinerary, terutama yang baru pertama kali, mungkin akan ngrasain  ribet banget, takes time, bingung mau bikinnya gimana. Ga cuma waktu pertama sih sebenernya kalau masalah takes time, tiap bikin itinerary baru kayannya emang butuh ngeluangin waktu dan komitmen (agak lebay ga sih? :mrgreen: , tapi ya emang gitu). Tapi untuk mengurangi kebingungan buat yang mau bikin itinerary, saya mau sharing sedikit bagaimana sih cara bikinnya, paling ga biar ga blank-blank banget, syukur-syukur banyak membantu :-)

  1. Kalau kamu tipe orang yang ga bisa multi tasking akut, luangin waktu yang bener-bener khusus untuk bikin itinerary. Misal tiap hari minggu dari pagi sampai siang, diwaktu itu fokuslah untuk membuat.
  2. Bikin itinerary (sekali lagi dalam konteks komplit) jarang bisa selesai dalam sekali waktu. Kalau sambil ngerjain yang lain, bisa satu minggu bahkan labih baru selesai. Jadi, paling tidak satu bulan sebelumnya sudah mulai menyusun. Kalau tiketnya udah dari jauh-jauh hari, mulai menyusun lebih cepat bikin labih baik. Kenapa? Dengan bikin dari jauh hari, paling tidak sudah ada rencana akan menginap dimana. Nah..untuk budget travel, direntang waktu yang ada, rajin-rajin aja buka situs yang menyediakan booking hotel, karena diwaktu tertentu biasanya mereka kasih discount yang kadang lumayan  😆
  3. Kalau saya labih suka bikin di Ms. Excel atau spreedsheet, karena labih mudah atur kolom.
  4. Ditahap awal, mulailah dengan membuat kolom di Excel kamu, bisa dibagi per kategori, misalnya: Objek Wisata Pantai, City Tour, Objek Wisata Populer, Event , dan Kuliner.

    Contoh Itinerary Traveling

    Break Down Objek-Objek Wisata

  5. Setelah itu mulailah download Map (Tourism Map). Biasanya tinggal di googling “Tourism Map Negara X atau Kota X” nanti akan muncul. Dari situ biasanya kan terlihat ada objek wisata apa saja di daerah tersebut. Tulislah objek-objek tadi di Excel berdasarkan kategorinya.
  6. Kalau tidak ada Map, kamu bisa browsing “Tourism Guide” disitu biasanya juga lengkap dari sejarah, geografi, dan objek wisata di daerah tersebut. Kalau ga ada lagi? Browsing saja “objek/tempat wisata di daerah X”. Setelah itu di list down lagi di Excel tadi.
  7. Setelah membaca-baca review baik dari situs resmi atau blog traveler, dari list-list yang udah kamu tulis tadi, mulailah membuat prioritas mana saja yang harus dan ingin dikunjungi sampai ke yang kira-kira bisa dilewati (biasanya ga semua tempat bisa dikunjungi karena faktor jarak dan waktu).
  8. Dari sortiran tadi, akan mulai terlihat area bagian mana dari daerah tersebut yang kira-kira paling banyak dikunjungi. Di area itulah sebaiknya anda mulai mencari referensi penginapan atau hotel (menghemat cost transport dan waktu tempuh).
  9. Bagian mencari penginapan ini akan memakan waktu, apalagi kalau kamu bepergian dengan orang lain, maka akan perlu banyak pertimbangan. Kecuali kamu dan partner pergimu termasuk tipe yang cuek mau tinggal dimana saja. Dalam mencari penginapan, pertama tentukan budget. Setelah itu bisa kamu cari seperti di Agoda, Booking, Expedia atau Traveloka, short berdasarkan daerah dan budget. Disitus-situs tersebut, biasanya akan memberikan referensi bisa berdasarkan popularitas atau penilaian pengunjung. Kalau saya, biasaya akan memperhatikan komen dari pengunjung..biasanya mereka memberikan penilaian cukup objektif. Untuk memantapkan pilihan, saya juga biasanya cross check informasi ke situs Trip Advisor yang lebih banyak komennya. Memilih penginapan ini sangat penting untuk membuat itinerary, karena semua aktifitas kita selama traveling akan dimulai dan berkahir dipenginapan, bisa dibilang seperti patokan lah.
  10. Setelah menentukan penginapan, tabel itinerary bisa dibuat. Saya biasanya membuat kolom: Tanggal, Dari, Ke, Jam Brangkat, Jam Sampai, Transportasi, Tarif (transport, harga makanan, tiket masuk objek wisata, dll), dan Keterangan. Lalu mulailah menentukan jadwal. Dari list daftar objek wisata yang sudah dibuat tadi, masuk kan lah ke tabel ini. Yang perlu dipertimbangkan, sebisa mungkin susunan tempatnya yang berurutan untuk menghemat cost transport (Itulah kenapa Map diperlukan). Untuk waktu tarif transport bisa diperoleh dengan membaca blog traveler lain atau untuk negara yang sistem transportasinya sudah bagus, mereka mempunyai situs khusus untuk membahas transportasi termasuk tarif. Kalau untuk jarak tempuh, selain cari tau di blog bisa juga memanfaatkan google map.

    Contoh Itinerary Traveling

    Contoh Itinerary Traveling

  11. Setelah selesai menyusun, saya akan membuat ringkasan budget dibawah tablel tadi yang mencakup estimasi  total biaya untuk penginapan, cost transport, konsumsi, tiket masuk dan objek wisata. Dan selesailah itinerary kamu!
Contoh Itinerary Traveling

Summary Budgeting

Buatlah itinerary yang sekiranya nyaman, jangan dipaksakan. Dalam artian misal kekuatan jalan cuman untuk 3 objek wisata perhari, dipaksakan sampai 5. Bukannya menikmati bisa-bisa malah sakit, yang ujung-ujungnya malah cuman ngamar. Buat saya sendiri, membuat itinerary adalah bagian dari traveling itu sendiri. Kadang-kadang saking cari tau infonya kebangetan, seolah-olah bikin itinerary udah berasa kaya jalan beneran, sampai bisa bayangin kira-kira capeknya akan seberapa.

Hmmm…lumayan panjang juga ya step-stepnya  😯  Yang pasti sih dinikmati aja, itulah seninya bikin itinerary  😀

Happy Arranging ! Happy Traveling !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>