Pemandangan Dari Puncak Gunung Prau

Pesona Sunrise Di Puncak Gunung Prau

Akhir bulan Mei 2015, akhirnya cuaca mulai bersahabat, intensitas hujan sudah berkurang means saatnya bagi traveller untuk membuat agenda, mengemas ranselnya dan mulai mengeksplore tempat-tempat indah yang belum belum dikunjungi. Setelah  dua minggu sebelumnya saya berkesempatan untuk menikmati keindahan fenomena blue fire di Gunung Ijen, saya dan teman-teman dari jaman smp membuat wacana untuk mendaki Gunung Prau.

Kali ini wacana yang biasanya tinggal wacana terealisasi, meski hanya 4 dari 7 orang saja yang akhirnya berangkat. Tanggal 23-24 Mei saya dan 3 orang teman, sepakat untuk mencoba eksplore Gunung Prau. Setelah melakukan persiapan, hari Sabtu jam 7 malam kami berangkat dari rumah yang berlokasi di kota Temanggung. Tidak begitu jauh jarak Temanggung ke Dieng, Wonosobo yang merupakan lokasi Gunung Prau ini, perjalanan hanya memakan waktu sekitar 2 jam.

Unutk memasuki Kawasan Wisata Dieng ini, pengunjung dikenakan tiket masuk Rp 2.000. Dari gapura masuk kawasan mungkin masih sekitar 15 menit kita akan sampai di pos awal pendakian yang terletak di desa Patak Banteng. Sebenarnya ada tiga jalur yang bisa dipilih untuk menuju puncak prau; Jalur Patak Banteng, Jalur Dieng Kulon dan Jalur Kendal. Kali ini kami memilih melalui Patak Banteng karena jalur ini paling ramai dan katanya pemandangannya paling bagus. Setelah selesai melakukan registrasi yang tiap orangnya dikenakan biaya Rp 10.000, jam 10 kami pun siap untuk melakukan pendakian.

Peta Pendakian Gunung Prau

Peta Pendakian Gunung Prau

Pos I adalah Pos Sikut Dewo  dengan waktu tempuh 45 menit. Sebagai pemanasan kita akan melewati tangga perkampungan penduduk yang lumayan banyak di awal track ini. Lanjut lagi adalah jalan disela-sela ladang penduduk dan nantinya akan bertemu dengan jalan bebatuan yang sedikit menanjak. Perjalanan menuju Pos I terbilang masih belum begitu susah, namun karena jalan bebatuan tadi lumayan panjang jadi mungkin akan sedikit jenuh. Di Pos I ini akan ada pemeriksaaan tiket, sambil tiket diperiksa kita pun beristirahat sebentar untuk mengatur nafas.

Pos II adalah Pos Canggal Walangan dengan waktu tempuh 45-60 menit. Di awal menuju Pos II ada beberapa warung kecil yang pastinya menjual makanan kecil dan minuman dan bisa digunakan untuk numpang istirahat. Setelah itu jalanan akan mulai menanjak yang didominasi susunan tangga-tangga dari tanah juga bebatuan.

Salah Satu Track Menuju Pos III

Salah Satu Track Menuju Pos III

Pos III adalah Pos Cacingan dengan waktu tempuh 60 menit. Menuju Pos III yang merupakan pos terakhir sebelum puncak, tracknya lumayan terjal dan akan menguras tenaga. Beberapa kali kami berhenti untuk minum dan atur nafas. Untungnya malam itu cuaca cerah, sehingga diperjalanan, sesekali bisa tengok ke langit untuk menikmati bintang dan indahnya gugusan milkyway. Tak Jauh beda dengan track menuju track III ini, track dari Pos III menuju puncak juga menanjak dan terjal. Untuk yang mendaki di malam hari atau kebetulan hujan, baiknya berhati-hati karena track ini lumayan licin.

Akhirnya setelah kurang lebih 3.5 jam, tenda-tenda pendaki sudah mulai terlihat, yang berarti kita sudah memasuki area puncak. Kami pun mencari spot untuk mendirikan tenda yang kiranya cukup strategis yaitu menghadap timur dan didepannya pemandangan tidak terhalang oleh tenda pendaki lain. Setelah tenda berdiri dan beberes, niat hati ingin mengambil foto milkyway tetapi udara dingin, angin kencang dan kabut tampaknya tidak bersahabat. Akhirnya kami memutuskan untuk tidur dan berharap besok langit cerah agar bisa menikmati sunrise. Sekitar jam 5 kita pun bangun, bersiap untuk menyambut sunrise yang katanya sunrise di Gunung Prau adalah salah satu yang terbaik. Sambil menanti sunrise, menikmati pemandangan dari puncak Gunung Prau ini pun sudah sangat memanjakan mata. Deretan gunung di sekitar Wonosobo, seperti Sindoro dan Sumbing  tampak sangat gagah dari puncak prau ini.

Pemandangan Indah di Puncak Gunung Prau

Pemandangan Indah di Puncak Gunung Prau

Garis oren dan ungu di langit sudah mulai tampak yang menandakan kalau matahari akan segara muncul. Para pendaki sudah mulai pasang kamera dan badan untuk berfoto. Dan akhirnya matahari yang ditunggu-tunggu mulai tampak, para pendaki pun riuh menyambutnya. Indah, mungkin satu kata yang cocok untuk menggambarkan sunrise di Puncak Gunung Prau ini.

Matahari Sudah Mulai Tampak

Matahari Sudah Mulai Tampak

Kami pun turun jam 11 siang, kali ini perjalanan membutuhkan waktu yang lebih cepat yaitu sekitar 3 jam. Karena dimalam hari yang pastinya jalan dan pemandangan tidak begitu jelas terlihat, waktu turun kita banyak berhenti untuk berfoto. Dari atas Gunung Prau ini bisa terlihat Telaga Warna dari kejauhan, hamparan ladang juga tampak sangat indah berjajar rapi benar-benar memanjakan mata. Tidak begitu berasa capek memang waktu turun, tapi lutut berasa linu karena menahan badan agar tidak merosot.

 

Telaga Warna Dari Gunung Prau

Telaga Warna dan Telaga Pengilon Dari Gunung Prau

Pandakian menuju Puncak Gunung Prau usai sudah. Tips untuk yang akan mendaki, karena suhu di sini sangat dingin, baiknya membawa jaket dan pakaian yang tebal. Untuk yang mempunyai masalah lutut juga mungkin harus berhati-hati atau memakai deker saat turun karena curamnya jalan. Terakhir, jagalah alam paling tidak dengan tidak meninggalkan sampah di puncak atau pun diperjalanan selama pendakian.

Salam Lestari!

Puncak Gunung Prau-2.565 Mdpl

Puncak Gunung Prau-2.565 Mdpl

6 thoughts on “Pesona Sunrise Di Puncak Gunung Prau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>