sinopsis film the danish girl

Movie Review : The Danish Girl

Setelah cari-cari streaming-an film baru, malam mingguan saya kali ini akhirnya resmi ditemani oleh film The Danish Girl. Film ini sebenarnya sudah lumayan saya tunggu, terutama karena penasaran dengan akting Eddie Redmayne setelah melihat trailernya.

Film The Danish Girl ini adalah film biografi drama yang terinspirasi dari kisah nyata Lili Elbe, sosok trangender pertama yang terexpose. Dengan Eddie Redmyne dan Alicia Vikander sebagai pemeran utama, serta disutradarai oleh Tom Hopper, dimana ketiganya memang langganan festival..kalau boleh menebak, film ini sepertinya juga bakalan dikemas dengan gaya-gaya film khas oscar.

Sinopsis

Dibuat dengan setting tahun 1920-1930 an, film ini bercerita tentang pasangan pelukis asal Denmark yang sedang mulai menanjak karirnya, Einar Wegener (Eddie Redmyne) dan Greda Wegener (Alicia Vikander). Diawal cerita, pasangan ini tampak seperti pasangan normal lainnya, malah bisa dibilang pasangan yang romantis. Namun kejanggalan mulai terasa saat Einar melihat benda-benda berbau feminin, seperti ada kesenangan tersendiri untuknya. Sampai suatu saat, istrinya meminta dia untuk menjadi model lukis pengganti dan menyuruhnya untuk memakai stocking, sepatu dan baju balet. Disitu tampaknya Einar mulai yakin kalau disatu sisi dia adalah wanita.

Belum mengetahui apa yang dirasakan suaminya, sang istri malah seolah mendorong Einar untuk mencoba menjadi wanita dengan nama transformasi “Lili Elbe”, dari memakaikan baju wanita, make up, sampai berexperimen dengan sex life mereka. Konflik terjadi saat Greda memergokki “Lili” sedang berciuman dengan laki-laki. Disitu Einar akhirnya terbuka dan mengakui ada yang salah dengan dirinya. Bersama-sama mencari jawaban akan apa yang dirasakan Einar (dimasa itu transgender masih sangat tabu), keduanya mengalami masa-masa sulit. Konflik Einar dengan Lili, konflik Greda dengan kegalauan apakah menerima transformasi suaminya, dan konflik hubungan Einar dan Greda dimana keduanya susah dipisahkan. Singkat cerita, lama kelaman sosok Lili menjadi lebih dominan dan keinginannya untuk keluar dari tubuh prianya semakin menjadi. Hingga akhirnya Einar dan Greda sepakat untuk menjadikan sosok Lili Elbe menjadi “sempurna”.

sinopsis the danish girl

Lili dan Greda

Review

Komen pertama saya difilm ini adalah “ternyata Redmyne ada sisi cantiknya juga yaa”  :mrgreen: penting abis. Tapi serius lho..credit buat yang milih cast. Awalnya agak ragu juga sih apakah Redmyne bisa lepas dari peran karakter Stephen Hawking, ternyata bisa juga dia berperan jadi wanita. Walau ada yang bilang agak over act, tapi menurut saya untuk kepentingan stage (film) agak berlebihan ga begitu masalah selama ga sampai ke level mengganggu. Tak kalah dengan Redmyne, akting Alicia Vikander di film ini juga outstanding, bisa mengimbangi lawan mainnya, bahkan sangat kuat menurut saya. Kalau dari segi setting dan lain sebagainya, kalau saya bilang ya khasnya Tom Hooper.

Untuk film drama yang biasanya membosankan, film berdurasi hampir 2 jam ini alurnya dibuat sangat menarik sehingga jauh dari kata bosan. Buat saya yang membuat menarik adalah “kira-kira gimana ya endingnya?”, karena disepanjang cerita saat Einar dan Greda galau seolah penonton diajak menebak apakah akhirnya Einar memilih menjadi wanita? Gimana dengan hubungan Einar dan Greda? Apakah Greda tetap menerima Einar apa pun kondisinya? dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Jadi pesan saya…kalau mau nonton film ini, nonton aja langsung jangan kepo ampe ending-endingnya, entar ga seru    😆 . Bagus atau engga? Rekomen atau engga? Kalau yang suka genre drama, wajib nonton film The Danish Girl ini.

One thought on “Movie Review : The Danish Girl

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>