movie review batman vs superman

Movie Review | Batman V Superman: Dawn Of Justice

Setelah diumumkan tiga tahun lalu (2013), Film Batman Vs Superman : Dawn Of Justice menjadi salah satu film yang sangat dinanti baik oleh penggemar Batman, Superman, DC Comic, atau film super hero pada umumnya. Dalam prosesnya, hal-hal yang berhubungan dengan penggarapan film ini selalu menarik dan menjadi perbincangan. Kenapa Batman harus melawan Superman, siapa aktor pengganti Christian Bale untuk memerankan Batman, akan seperti apa costume Batman dan Superman, siapa villain yang harus dihadapi kali ini, dan sederet headline lainnya. Disutradarai oleh Zack Snyder, laga Batman vs Superman ini tentunya membuat banyak orang berharap untuk bisa menjadi tontonan superhero yang epic dan superb! Apakah hasilnya as expected? Well..setelah berhasil merayu orang rumah untuk nonton di hari perdana film ini tayang, dibawah adalah review dari saya akan film batman v superman : dawn of justice. (Note : Spoiler Alert! Yang belumnonton dan mau surprise jangan scroll kebawah 💡 )

Batman V Superman : Dawn Of Justice

Batman V Superman : Dawn Of Justice

Diawali dengan potongan-potongan masa kecil Bruce Wayne/Batman (Ben Affleck) saat orang tuanya dibunuh, cerita berlanjut ke potongan film Man of Steel saat Superman (Henry Cavill) melawan Zod dan crew nya di Metropolis dari Bruce’s point of view. Dari sudut pandangnya, Bruce melihat gedung-gedung di Metropolis hancur, termasuk gedung Wayne Enterprise, dan banyak warga sipil menjadi korban pertempuran antara mahluk diluar bumi. Dari situlah mulai muncul ketidaksukaan Bruce akan sosok Superman, karena dia berpkiran bagaimana pun Superman bukanlah mahluk bumi dan ada kemungkinan suatu saat nanti dia bisa berkehendak semaunya sendiri atau mungkin akan ada musuh-musuh Superman lain yang datang ke bumi.

Dilain scene, muncul lah segerombolan geng yang ternyata dipimpin oleh seorang gifted scientist, bilionair, masih muda, pemilik LexCorp, yaitu supervillain Lex Luthor (Jesse Eisenberg). Seperti villain lain dalam film superhero, yang tujuan utama mereka adalah menguasai dunia, Lex Luthor pun demikian. Dia menganggap semua pengetahuan dan kejeniuasan yang dia miliki, tidaklah banyak artinya kalau tidak mempunyai power. Disitulah dia mencari cara untuk memperoleh kekuasaan, yang salah satunya adalah dengan menghancurkan/mengalahkan simbol kekuasaan dan kekuatan yaitu Superman sebagai pahlawan di Metropolis dan Batman sebagai pahlawan Gotham. Bagaimana mengalahkan dua superhero tersebut? Superman yang berasal dari planet krypton, hanya bisa lemah dan dikalahkan oleh senjata yang berasal dari planetnya, yaitu dengan kryptonite rock. Sedangkan Batman, si manusia canggih, akan bisa dikalahkan oleh sesuatu yang melebihi kekuatan manusia yaitu Superman. Dengan serangkaian rencananya, Lex Luthor pun berhasil mengadu domba keduanya.

Lex Luthor

Lex Luthor

Tau betul kelemahan masing-masing superhero, Batman yang sensitif dengan justice dan keselamatan orang yang tidak bersalah dan Superman yang sangat mencintai ibunya Martha Kent (Diane Lane) dan pacarnya Lois Lane (Amy Adams), Lex Luthor berhasil membuat keduanya beradu. Batman yang sudah dipuncak kemarahannya, menantang Superman dengan menyalakan Bat Signal-nya di atas langit Gotham. Sedangkan Superman terpaksa harus meladeni Batman untuk meminta bantuan agar menolongnya menyelamatkan Martha yang disandera Lex Luthor. Duel Batman vs Superman pun terjadi. Singkat cerita, duel mereka terhenti saat Superman akhirnya menyebut nama “Martha”, yang namanya sama dengan ibu Bruce.

Sementara duel terjadi, Lex Luthor yang mempunyai akses ke Krypton Ship dan jasad Zod, berupaya membangkitkan mahluk Kryptonian (Doomsday). Bersamaan dengan dua superhero yang sadar telah diadu domba, Doomsday pun bangkit dan mulai menghancurkan Metropolis. Disini akhirnya sosok yang juga sudah dinanti muncul juga dalam wujud superheronya, Wonder Woman, untuk membantu menghentikan Doomsday. Ketiga superhero tadi pun bersama melawan monster tadi dan akhirnya Superman harus merelakan dirinya demi membunuh Doomsday, yang hanya bisa mati juga dengan kryptonite rock.

Superman, Wonder Woman, Batman

Superman, Wonder Woman, Batman

Begitulah kurang lebih  sinopsis dari film Batman V Superman. Serukah atau biasa aja?

Secara keseluruhan, film berdurasi 153 menit ini agak kurang dari harapan kalau menurut saya, terutama dari segi cerita dan plot. Memang bukan perkara mudah menyatukan “dua dunia” menjadi satu. Untuk menyatukannya, disepanjang kurang lebih 1/3 film, dibuat banyak sekali potongan-potongan cerita baik dari sisi Batman, Superman, maupun Lex Luthor. Tapi rasanya potongannya terlalu banyak dan lumayan cepat. Snap..snap..snap, dari cerita A ke B balik ke A terus ke C, hingga akhirnya ada satu scene yang kaya ga pas, dan membuat “loh ini apa sih? maksudnya apa?”. Carita Batman menantang Superman sendiri juga agak-agak gimana menurut saya. Orang sekelas Bruce Wayne, bisa dengan mudahnya terhasut. Terlebih lagi part mereka akhirnya baikan kesannya agak-agak kurang gimana gitu. Detik itu berantem, dua menit kemudian Batman bilang “He’s my friend”  :roll:  😕 . Keseruan baru mulai ada di 1/3 terakhir, walau klise khas film superhero tapi lumayanlah. Yang agak saya sayangkan adalah adanya sedikit selipan isu nuklir weapon, yang saya harap ga usah ada.

Sebagai pecinta Batman, ekspektasi saya paling ga film ini ga jauh-jauh amat dari trilogi The Dark Knight. Bakalan seru, ada twist cerita yang gokil, dan part-part yang epic. Yang biasanya kalau Batman udah didalem Bat Mobil nya akan ada sesuatu yang “wow”, difilm ini saya tidak merasakannya, begitu juga dengan scene-scene action lainnya. Tapi ya pasti beda sutradara, beda juga seleranya lah ya, apalagi elemen di film ini banyak jadi ga gampang juga.

Yang bagus dari film ini menurut saya adalah pembagian part dan pemeranan yang seimbang antara tokoh-tokohnya. Ben Affleck dan Henry Cavill berhasil mengeluarkan kekerenannya masing-masing dalam porsi yang pas, tidak berusaha menonjol sendiri-sendiri. Debut Wonder Women dan Lex Luthor di DC Universe juga berhasil dieksekusi dengan baik oleh Gal Gadot dan Jesse Eisenberg. Jadi agak terselamatkan oleh aktor-aktornya.

Film ini memang sepertinya sengaja dibuat sebagai pengantar film-film DC berikutnya. Sekilas disini ditampilkan super human yang lainnya, seperti Aquaman dan Cyborg. Berharap saja, di film DC berikutnya akan jauh lebih baik dari film ini. Can’t wait for Suicide Squad!

Batman V Superman Dawn Of Justice

3 thoughts on “Movie Review | Batman V Superman: Dawn Of Justice

  1. Agung says:

    Ya film ini di buat kan emang sbg film pembuka DC cinematic universe
    Nantinya bakalan ada justice league pt 1 & pt 2
    Trus bakalan ada banyak hero dc jg yg bakalan dibuatin movienya kyk shazam, flash, aquaman, wonder women banyak deh

    • rsasti says:

      Yap betul..dan di justice league 1&2 juga bakalan disutradarai snyder juga dan script writternya sepertinya juga sama. Just hopping next movies will be better

  2. imam says:

    film yang berbudget 250 juta dollar ini memang agak datar dari segi cerita tapi harus di perhatikan ada lebih dari 3 scenes di film ini yang masih mistery yang dimana jika yang sudah mengetahui scenes tersebut akan berpendapat film ini sesuai dengan ekspetasi yang jelas ini bukan film yang ringan seperti film superhero marvel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>