supernova inteligensi embun pagi

Book Review | Inteligensi Embun Pagi By Dee Lestari

2016 Reading Challenge #2

Setelah sekian lama mantengin feed instagram @deelestari, akhirnya postingan yang ditunggu muncul juga “Pre-Order Now! Episode Terakhir Supernova -Inteligensi Embun Pagi- 5-23 Februari 2016″. Dengan super excited saya pun langsung booking disalah satu toko buku online, dan memutuskan untuk menjadikan buku ini sebagai buku ke dua untuk 2016 reading challenge.

Minggu 28 Februari 2016, sore hari…

Mas JNE  :  Mbak ada paket

Saya      : (Setelah liat paketnya dari siapa) Yeay bukunya dateng ! Udah tak tunggu-tunggu e mas, kirain JNE kalau minggu tutup dan bakalan dianterin besok.

Mas JNE  :  Tetep buka kok mbak…

Kaya anak bocah jaman sekarang dikasih boneka Frozen, paket yang dateng kali ini beneran bikin saya girang loncat-loncat. Yap, buku yang udah hampir setahun belakangan ini dinanti, akhirnya terbit juga sebagai pelengkap 5 buku supernova pendahulunya. Ber-cover putih, dengan tebal 705 halaman, inilah si bungsu Inteligensi Embun Pagi (IEP) by Dee (Dewi) Lestari.

Review Inteligensi Embun Pagi Dee Lestari

Si Putih Dengan Lambang Heksagonal dan Ber-Hue Pelangi

Curcol sedikit kebelakang tentang supernova. Kelas 3 SMP, kira-kira 10 tahun yang lalu adalah kali pertama saya membaca supernova. Inget banget waktu itu lagi masa-masa cari SMA di Jogja dan biar ga ribet bolak-balik rumah-Jogja, saya akhirnya  nginep di kosan kakak beberapa hari. Nah..karena ga tau mesti ngapain kalau lagi ditinggal kakak sekolah, saya pun dikasih buku sama kakak ” Nih baca ini aja..bagus”. Disodorkanlah sekaligus dua buku supernova, KPBJ dan Akar.

Dari dulu dan sampai sekarang, sebenarnya saya bukan termasuk pecinta buku/novel fiksi. Begitu juga waktu pertama dikasih supernova, masih antara mau baca atau engga. Tapi ya namanya dari pada bosen, diem aja dikamar, saya baca juga itu KPBJ. Dan ternyata, eh ternyata..dengan segala ke-hipster-an episode pertama supernova itu, saya pun praktis jatuh hati, dan selalu setia menanti episode selanjutnya, hingga saatnya serial ini harus berakhir sampai episode ke enam.  :-(

Inteligensi Embun Pagi Dee Lestari

Anak Bungsu

Sebagai penutup, seperti yang sudah semestinya, buku ini adalah jawaban dari “tanda tanya”  yang belum terjawab atau masih abu-abu di episode-episode sebelumnya. Kalau yang sudah baca supernova 1-5, pasti sudah familiar dengan tokoh-tokoh sentral maupun pendukung : Ferre, Rana, Diva, Ruben, Dimas, Bodhi, Elektra, Toni, Zarah, Alfa, Gio, Star dan Lainnya. Nah..di episode ini akan dibuka tentang siapa sebenarnya mereka ini, ada hubungan apa, dan apa sebenarnya misi yang harus mereka tuntaskan.

In summary, ternyata tokoh-tokoh yang selama ini dimunculkan adalah representasi dari sebuah sistem/siklus kehidupan. Ada tiga kelompok utama yang dihadirkan. Peretas adalah individu yang dalam tiap siklus samsara akan mengalami amnesia, sampai mereka bisa berhasil menjalankan misi mereka yaitu mencapai kesadaran (Consciousness). Infiltran adalah kelompok pembebas yang bertugas untuk membantu peretas dalam mencapai misi mereka. Sarvara (Penjaga) adalah kelompok yang bertugas untuk tetap menjaga peretas dalam fase amnesia.

Untuk geng peretas, mungkin sudah bisa ditebak siapa saja mereka. Yap,  Bodhi, Elektra, Zarah, Alfa, dan Gio adalah sama-sama peretas dalam satu gugus (tiap gugus harusnya ada 6 peretas) yang memiliki tugasnya masing-masing. Yang spesial dari gugus ini sehingga banyak yang mengintervensi adalah, anggota ke 6 (belum dilahirkan/diturunkan) dari gugus mereka adalah peretas puncak yang mana merupakan key card dari para peretas untuk bisa lepas dari samsara.

Beda dengan geng peretas yang sudah bisa ditebak, siapa-siapa yang termasuk infiltran dan sarvara ini agak-agak susah dibedakan, dan membuat episode IEP ini jadi menggemaskan. Akan ada sensasi “loh si ini ternyata itu, si itu ternyata ini..walah, ini sama itu tu ternyata begitu”, selama membaca IEP. Tokoh satu dan yang lain ternyata saling berhubungan. Yang sebelumnya hanya dianggap kebetulan, ternyata adalah sesuatu yang sudah direncanakan.

supernova inteligensi embun pagi

Review dari pembaca setia supernova tentang IEP ini kalau boleh saya kelompokkan tampaknya ada dua kubu, yang satu berpendapat kalau IEP ini sesuai dengan ekspektasi bahkan lebih dan kubu yang satu lagi merasa kalau buku terakhir ini telah kehilangan sentuhan “supernova”-nya. Kalau menurut saya sendiri..masing-masing kubu ada benarnya.

Kalau kata Mbak Dee, buku ini adalah buku terseru dibandingkan dengan buku-buku pendahulunya…Literally “seru”, yes saya setuju! Kaya lagi nonton film thriller dan action, potongan tipa-tiap keping di buku ini, seperti yang saya bilang diatas, sangat bikin deg-deg an, penuh kejutan dan ga sabar pengen tau “habis ini ada apalagi nih”. Keseruan-keseruan tadi lah yang membuat buku 700 an halaman ini berasa cuman 200 an halaman, alias ga kerasa bacanya…tiba-tiba tamat aja. Untuk menjaga dinamika di episode ini, tak melulu soal seru-seruan yang disajikan, dibeberapa part (seperti di bibagian Pak Simon yang sedang menghipnotis) pembaca seperti diajak rehat sejenak untuk kembali mencerna maksud dari supernova dan bagian-bagian itu lah yang terpenting dan brilian menurut saya. Jadi ngebayangin kalau film KPBJ diterusin sampai IEP ini, kayanya sutradaranya mesti putar otak biar scene habis thrill terus tiba-tiba berubah ke trance ini nyambung.

Terlepas dari kesaruan tadi, ada yang berpendapat kalau IEP ini seperti kehilangan kekhasan akan supernova-nya, terasa berbeda dengan buku pendahulunya, terutama buku 1-3. Kalau yang mengikuti supernova dari awal mungkin juga akan merasakan hal yang sama, termasuk saya. Supernova dinilai bukan hanya sekedar novel fiksi biasa. Beyond, karya super ini mencakup sci-fi-filosofi-spiritualitas-dan ada juga sentuhan adult-romance. Nah..elemen-elemen tersebut yang tampaknya samar di IEP ini. Jika di buku sebelum-sebelumnya kental sekali dengan pembahasan-pembahasan scientific yang suka bikin otak anget, di IEP ini rasanya adem ayem. Soal filosofi dan spiritualitas, jika sebelumnya pembaca diajak ikut bertanya-tanya “kenapa begini-kenapa begitu-untuk apa ini-kenapa ga begini” dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang secara implisit terdapat dalam cerita, maka di buku ini pembahasannya lebih ringan dan gamblang.  Begitu juga dengan romansa antar tokohnya, kedekatan Gio dan Zarah tidak se-intense dan se-sexy biasanya.

Kalau saya liat di forum-forum pecinta buku, ada yang berpendapat kalau IEP ini dibuat demikian untuk menggapai pembaca yang lebih luas cakupannya, tidak hanya niche tertentu. Bahkan ada yang mengkritik agak keras menyatakan kalau tampaknya Dee sudah lelah untuk membuat sesuatu yang “njlimet”. Kalau liat beberapa interview mbak Dee di Youtube, Supernova tumbuh seiring dengan waktu. Perjalanan pembuatan Supernova yang memakan waktu 15 tahun, tingkat pemikiran beliau atau pun pembacanya pun pasti juga sudah banyak menerima insight. Dari yang dulu mempertanyakan a-o seperti pada supernova sebelumnya, kini mungkin a-m sudah mulai terjawab. Jadi mungkin itu yang membuat IEP ini isinya lebih seperti “Jawaban”, mungkin lho yaa. Soal kontennya yang lebih mudah dicerna dan menjangkau lebih banyak orang, mungkin juga memang ada maksudnya…seperti blast email supernova terakhir yang ada didalam cerita, yang bertujuan untuk menyebarkan dan mempercepat evolusi kesadaran, mungkin juga buku supernova terakhir ini tujuannya sama. Mungkin iya, mungkin engga (lagi-lagi ada yang implisit 😆 ).

Tapi mau gimana-gimana, yang namanya fans ya tetep aja fans  :mrgreen: .  Terimakasih untuk Mbak Dee Lestari yang sudah melahirkan SUPERNOVA! Salute ! 

” Sebuah akhir akan melahirkan sebuah awal. Kata “Tamat” akan menggiring kita ke “Pendahuluan” yang baru “

 

 

3 thoughts on “Book Review | Inteligensi Embun Pagi By Dee Lestari

Leave a Reply to rsasti Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>